Source: http://caramembuat524.blogspot.com/2014/01/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html

Sunday, June 21, 2015

Resensi Novel Summit

Judul Buku : Summit
Pengarang :  Peringga Ancala
Tebal Buku :  193 hal
Penerbit      :  YARN , Ice Cube PT Gramedia, Jakarta
Cetakan      :  Mei 2015, Pertama.

"JANGAN BUNUH APAPUN KECUALI WAKTU,
JANGAN AMBIL APAPUN KECUALI FOTO,
DAN JANGAN TINGGALKAN APAPUN KECUALI JEJAK.
SALAM LESTARI!!!"

Disambut dengan sebuah quote yang melegenda di kalangan para pecinta alam, buku ini mengajak saya sedikit bernostalgia tentang UKM Mapala yang sempat saya ikuti meski hanya sebatas seleksi anggotanya saja, hahaha...
Akhir-akhir ini saya memang senang sekali berburu novel tentang kegiatan pecinta alam yang terfokus pada hutan dan gunung. Sebenarnya sudah sejak lama memang. Namun, baru kali ini ketemu lagi novel-novel tersebut misalnya ;

1. Cewek!!! - Esti Kinasih
2. 5 Cm - Donny Dirgantoro
3. 7 Divisi - Ayu Welirang
4. Altitude Mahameru - Azzura Dayana
5. Little Edelweiss - Nita Trismaya
6. Rengganis - Azzura Dayana.

Dan yang terakhir saya baca ini adalah "Summit" novel dengan cover berwarna coklat - putih dengan gambar Danau Sagara Anak sebagai fokus utama. Maka, isinya pun berlatarkan gunung Rinjani, gunung tertinggi ke-2 di Indonesia. Gunung dengan tingkat kesulitan yang tidak seharusnya diremehkan oleh pendaki paling profesional sekalipun, apalagi bagi para pendaki pemula nan amatir.
Novel karya Peringga Ancala - yang namanya baru kali ini saya dengar - menceritakan tentang seorang lelaki bernama Idan yang merupakan drummer sebuah band di Bandung. Idan dengan karakternya yang tengil dan belagu bin keras kepala ini dengan gigihnya ingin membuktikan pada Yoana, mantan pacarnya, bahwa dia juga mampu mendaki gunung seperti lelaki yg saat itu menjadi pacar baru Yoana.

Berangkatlah Idan ke lombok yang kemudian di sana ia bertemu dengan Lika. Gadis asli suku sasak yang ternyata juga seorang bangsawan berdarah biru. Lika merupakan seorang baiq yang menentang budaya sukunya, ketika perempuan seusianya sudah menikah dan memiliki anak. Lika malah berusaha mewujudkan sebuah mimpinya untuk menjadi seorang guide pendakian yang diakui dan berlesensi resmi.

Kesempatannya untuk membuktikan diri bahwa dia pantas menjadi guide pendakian datang lewat Idan yang tertipu oleh agen perjalanannya. Mereka berdua saling membutuhkan dengan misi untuk pembuktian diri tapi juga saling meragukan kemampuan masing-masing.
Diawali dengan sebuah prolog yang dramatis, pendakian menuju puncak rinjani yang begitu sulit hingga berjam-jam membuat Idan terserang Hipoksia. Selamatkah Idan? Berhasilkah Lika? Silahkan baca bukunya muahahaha...

Secara garis besar buku ini sangat menarik dan seru untuk dibaca, meski ada beberapa kata yang salah hurufnya. Tapi tidak mempengaruhi ketegangan yang dihasilkan penulis. Bahkan saya sempat merinding saat Idan pertama kali berhadapan langsung dengan Gunung Rinjani. Juga saya senang dengan beberapa istilah yang sangat informatif dan menambah wawasan saya.

Bahkan penulis menyelipkan pesan kepada para pembaca, khususnya untuk mereka yg berniat atau tertarik untuk mendaki gunung. Bahwa; gunung bukan untuk ditaklukkan, apalagi untuk ajang pamer-pameran di sosial media padahal membawa kembali sampahnya turun saja tidak bisa. Mereka yang benar-benar paham hakikat pendakian pendekatan pada alam, sudah seharusnya juga mampu menjalani hidupnya, sukses ditengah masyarakat dan mampu mewujudkan mimpi-mimpinya seperti Idan dan Lika. Bukan hanya bangga bisa memcapai puncak, tapi ibadah saja masih bolong-bolong. :p

Dari 1 - 10 saya berikan novel ini 8 bintang ;)

3 comments: