Source: http://caramembuat524.blogspot.com/2014/01/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html

Tuesday, November 19, 2013

Pelatihan Franchise untuk pelajar / pemuda oleh Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta.

11-12-13 November 2013 minggu lalu

Manusia memang perlu melakukan perjalan ke tempat-tempat yang berbeda. Karena bumi Allah itu sangat luas lebih lagi ilmu-Nya. setiap langkah yang kita pijak pun ada ilmu di sana, hanya saja tidak semua orang menyadari bahwa ia bisa mengambil sesuatu yang manfaat bahkan hanya dari setitik debupun.

Siang tadi saya baru pulang dari puncak, setelah mengikuti pelatihan, lebih tepatnya saya hanya mendampingi. Seperti biasa, saya selalu ingin kenal dengan wajah-wajah baru di setiap kesempatan pada acara-acara hebat seperti ini. Pasti banyak sekali pelajaran-pelajaran yang bisa saya ambil. Sambil mengasah kembali apa yang saya miliki.

5 siswi yang saya dampingi menjadi peserta dalam pelatihan
di sana, saya bertemu dengan berbagai macam karakter siswa-siswi setingkatan SMA. Karena memang ini pelatihan untuk pelajar dan pemuda. awalnya saya ditunjuk sebagai peserta pula, namun situasi berubah saat salah seorang pembina yang mengurusi acara tersebut menyuruh saya menjadi pendamping peserta. Jelas saya beryukur, karena memiliki waktu lebih luang, hanya saja saya tidak terlalu mengikuti materi seperti yang seharusnya saya ikuti sebagai peserta.

hari pertama, kami tiba di sana menjelang maghrib, para peserta semua ditempatkan di sebuah restoran dengan lantai dua sebagai aula serba guna. kemudian sekolah yang memang ada pendampingnya dipanggil lebih dulu untuk kemudian ditempatkan pada rumah-rumah/ villa yang sudah ditentukan panitia. setelah istirahat sekitar 1 jam, dilanjut makan malam jam 7 dan langsung masuk materi jam 8. dipertengahan 2 anak pramuka dari sekolah yang saya dampingi turun karena kondisinya dikhawatirkan. bukannya berisitirahat kembali ke kamar saya, dua anak saya plus satu pendamping malah jalan-jalan mengitari komplek villa yang berada di daerah cibuaran tersebut.
Pemandangan malam dari balkon restoran tempat kami makan

sambil mengobrol dan sharing apapun itu. membuat suasan menjadi menyenangkan dan sengaja agar dua anak yang sakit ini lupa dengan penyakitnya. Dan berakhir dengan minum kopi atau energen bersama. Awalnya saya memang tidak terlalu akrab dengan pandamping alias pembina senior ini. namun setelah banyak berbagi cerita saya jadi mendapat satu teman pertama di perjalanan saya kali ini.

Hari kedua, di awali dengan bangun terlambat dari yang biasanya. Mungkin karna lelah perjalanan kemarin (padahal jaraknya dekat). Di sambut udara dingin khas daerah puncak, saya harus menggiring anak2 untuk sholat subuh yang ternyata memang masih perlu diingatkan. Dilanjutkan dengan olahraga yang dilengkapi dengan games-games seru dari panitia. Kemudian peserta diberi waktu untuk mandi dan berganti baju. Kumpul kembali untuk materi namun sarapan dahulu sebelumnya. Setelah anak2 masuk aula, saya memilih mengunci diri dalam kamar sendiri, ingin mandi lalu lanjut jalan-jalan.

Tapi manusia memang hanya bisa banyak berandai dan berencana, tetap saja Allah menentukan. Salah seorang pendamping mendatangi saya, dan akhirnya kami saling bertukar cerita juga pengalaman. Dari satu orang saja saya sudah mendapatkan begitu banyak energi yang membuat saya sangat bersemangat untuk menghadapi hidup dan mewujudkan mimpi-mimpi besar. Saya kagum padanya, dengan semua hal baik maupun hal terburuk yang mampu ia lewati. Pada umur yang terbilang masih cukup muda, ia sudah mengunjungi banyak pulau di Indonesia yang Indah ini. Jujur saya iri :))

hingga siang menjelang obrolan kami terhenti karna salah satu panitia mencari kami untuk tanda tangan absen, memastikan bahwa kami tetap berada di sana. di lanjut makan siang, tapi saya memilih untuk tidak makan, dan berjalan-jalan dengan pacar saya, pulpen dan buku. duduk di taman, sambil menatap bentangan pegunungan yang begitu Indahnya. Allahu Akbar. Saya sungguh merasa dimanjakan.

Pemandangan yang diambil dari depan kamar Peserta Putri
sorenya, setelah ditinggal *lagi, lagi dan lagi* oleh anak2 saya selalu sendiri. kebetulan ada tukang soto mie yang dipanggil sama salah satu anak saya, dan berinisiatif untuk memanggil kakak pendamping yang sudah banyak membantu saya, untuk makan soto mie bareng. Namun, ternyata kakak yang satu itu sakit, jadilah saya lari-lari membawakan dia obat agar tidak berlanjut sakitnya. Kalau pengalaman ngobatin orang yang sakit saya sudah sering. Hanya saja kakak pembina yang satu ini ternyata "pampered" sampe pasang status di bbm nya dan minta tlong kalau dia sakit. Saya tertawa dibuatnya.

Maghribnya, saya inspeksi ke kamar putra yang letaknya lumayan jauh dari villa putri. Niatnya hanya mengingatkan untuk packing karna esoknya, pagi-pagi sudah harus siap menuju Jakarta. Sampai di villa putra, ada yang begitu paniknya dengan kedatangan saya dan langsung membela diri dengan merincikan semua kejadian yang terjadi pada malam di hari pertama. Saya dengan tampang serius namun hati tersenyum melihat kejujuran mereka yang mulai beranjak remaja begitu lega mendengarnya, bahwa mereka mau ikuti aturan yang sudah ditentukan. Mereka anak baik semua.
saya yakin itu :)
Kolam renang dekat kamar Peserta Putra

Senja meninggalkan langit tanpa pandangan kagum dari manusia karena kelabu menggantikan pentasnya. makan malam terakhir menjadi ajang pengakraban oleh para peserta. tidak dengan saya, saya malah menghukum dua anak saya yang terlibat masalah. Bukannya jahat, tapi saya sayang mereka. Dan mereka pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

materi terakhir adalah membuat jingle atau tag line untuk produk mereka. Dan kami, para pendamping duduk manis menyimak dan menunggu dengan setia. Beberapa anak terlihat antusias, dan beberapa yang lain terlihat malas. kami berjalan mengitar berbaur dengan peserta, menyemangati dan sesekali menggoda mereka yang terlihat mulai bosan. Hingga berakhir acara, saya dan anak2 memutuskan untuk duduk menikmati pemandangan indah yang tersuguh di depan mata, sampai-sampai diingatkan oleh panitia bahwa malam semakin larut dan waktunya kembali ke villa untuk istirahat.
Sedang berdiskusi membuat jingle/ tagline untuk produk mreka

Foto bersama teman di tengah-tengah diskusi kelompok

Ngobrol Santai di malam terakhir pelatihan

Paginya, saya tidak lagi terlambat untuk shlat subuh, namun jadi mengabaikan waktu yang terlalu lengang *dasar manusia* hampir saja packing tas untuk kembali pulang ke Jakarta jadi tidak rapi seperti keberangkatan. Sebelum keluar villa pun harus mengecek terakhir kali apakah barang-barang ada yang tertinggal atau tidak, serta merapikan keadaan villa seperti pertama kami datangi.

Makan pagi bersama, saya memilih meja yang kosong namun penuh dengan piring-piring kotor yang tidak dibersihkan. Meski sebenarnya ingin ikut bergabung dengan yang lain. setelah sarapan semua peserta dan pendamping diminta untuk segera memasuki aula untuk upacara penutupan kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 2 hari 2 malam itu.
eheemm...ada artis :P

akhirnya setelah upacara dan berfoto bersama tentu saja, kami semua kembali ke Jakarta. Dengan badan yang lumayan lelah karena perjalanan.
Foto bersama perwakilan dari Suku Dinas Pemuda Dan Olahraga (putri)

Foto bersama perwakilan Suku Dinas Pemuda Dan Olahraga (putra)
Welcome Home!!! Jekardaaah

Tuesday, November 5, 2013

Jambore Daerah DKI Jakarta 2013

Pagi ^_^
walaupun rada telat, tapi saya mau cerita tentang kegiatan pramuka yang beberapa bulan terakhir ini saya ikuti. Pada minggu terkahir bulan oktober kemarin, saya ditugaskan untuk mendampingi anak-anak penggalang dari sekolah yang saya latih. Untuk ikut acara Jamda atau Jambore Daerah. Yang dilaksanakan oleh kwaran daerah DKI Jakarta.

Jamda yang dilaksanakan 4 tahun sekali ini bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Kempa 1-4. Yang berlangsung selama 5 Hari, mulai dari 27 - 31 Oktober 2013. yang diikuti oleh 8000-an peserta. Yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan yang ada di DKI Jakarta + Kepulauan Seribu.

Karena ini kegiatan pramuka terbesar yang pertama saya ikuti, saya begitu antusias, sampai-sampai sedikit melupakan skripsi yang sedang saya tulis. Meski ada sedikit kendala waktu, yang harus saya atasi sehari sebelum keberangkatan. And Then....welcome...

Terdiri dari 6 SubCamp yang mewakili masing-masing daerah. Dan beruntungnya camp selatan berada paling depan dari subcamp yang lain, yang harus masuk lebih ke belakang buperta, namun sayangnya kami jadi jauh dari panggung utama yang berjarak 500 meter kurang lebih dari camp selatan. Dan beruntunglah kami, mendapat lahan berumput :D

Hari Pertama :
Setelah tiba di Buperta Cibubur, kami langsung menata barang dalam tenda masing-masing. Sambil menunggu apel pertama untuk kegiatan jambore sore harinya. kami menghabiskan waktu dengan bernyanyi dan menyiapkan yel-yel.

dan sore pun tiba, apel pertama di mulai, dengan mempertemukan seluruh kontingen yang berasal dari Jakarta Selatan di tengah-tengah lapangan.

Dan malam sehabis menunaikan sholat maghrib serta makan bersama, kontingen Selatan diberangkat serentak menuju lapangan utama untuk mengikuti upacara pembukaan jambore Daerah yang akan dibuka oleh Bapak Gubernur Joko Widodo yang akhirnya berhalangan hadir dan digantikan oleh sekretarisnya. Dilanjut dengan acara pentas hiburan yang diisi oleh T-koes Band.





Kemudia jam 21.00 para peserta kembali ke kemahnya masing-masing dan beristirahat untuk mengikuti kegiatan esok hari.

dan ini adalah rundown acara untuk 5 hari selama di Buperta Cibubur. Untuk acara Jambore Daerah DKI Jakarta 2013 http://jakartascout.wordpress.com/2013/10/25/jadwal-kegiatan-jambore-daerah-dki-jakarta-2013/

Hari kedua :
Diawali dengan Sholat Subuh berjamaah, para peserta bangun mulai dari jam 04.00. di lanjutkan dengan Senam bersama di lapangan Subcamp Jakarta Selatan. sebelum akhirnya peserta diberi waktu untuk mempersiapkan diri dan sarapan sebelum brangkat ke arena permainan di hari kedua ini.










 Hari ketiga:
hari ketiga waktunya main air :D para peserta begitu antusias, meski banana boat yang harusnya dilakukan di pantai jadi pindah ke setu cibubur =)) tapi tetap menantang buat mereka yang kebanyakan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)


Hari keempat:
hari terakhir kegiatan permainan dilakukan karena besoknya para peserta sudah diizinkan untuk pulang sejak pagi.

Bersambung....